Prestasi menjadi jalan yang mengantarkan Tiara Julianti (18), mewujudkan mimpi yang telah ia jaga sejak kecil. Berkat konsistensinya meraih berbagai prestasi akademik dan nonakademik, lulusan SMA Negeri 1 Tangerang ini berhasil diterima di Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul (PBU). Kebahagiaan itu semakin lengkap ketika Tiara juga memperoleh subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) 100 persen dari UGM alias kuliah gratis, membuat langkahnya menuju bangku kuliah semakin mantap.
Di balik capaian tersebut, tersimpan perjalanan panjang yang tidak selalu mudah. Ayah dan Ibu Tiara sehari-hari bekerja bersama menjalankan usaha berjualan keripik. Naik turunnya usaha membuat mereka harus cermat mengatur kebutuhan keluarga dan cukup cemas akan biaya pendidikan anaknya. Meski begitu, keduanya tak pernah berhenti menanamkan keyakinan bahwa pendidikan adalah bekal terbaik bagi masa depan anak-anaknya. Bagi keluarga ini, keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi, melainkan motivasi untuk terus berusaha.“Jadi dokter itu memang mimpi aku sejak kecil. Waktu pandemi, aku semakin yakin ingin bisa berdampak untuk masyarakat,” ujar Tiara ketika di temui Tim Pemberitaan UGM di Gang Tiger, Teluknaga, Tangerang, Banten, Selasa (14/7).
Mimpi untuk menjadi dokter, ia perjuangkan dengan sungguh-sungguh. Sejak SD hingga SMA, Tiara konsisten mempertahankan prestasi akademiknya. Di luar kelas, ia aktif mengikuti berbagai organisasi, kompetisi, dan ekstrakurikuler, mulai dari Olimpiade Biologi, debat, karya tulis ilmiah, hingga berhasil meraih Juara II Kejuaraan Nasional Cheerleading. Baginya, setiap pengalaman menjadi bekal untuk terus berkembang dan membentuk karakter yang disiplin serta pantang menyerah.
Di balik semua pencapaiannya, ada dukungan sederhana tapi bermakna yang selalu diberikan kedua orang tuanya. Sang ibu, Siti Rohani (41), bangun sebelum subuh untuk menyiapkan bekal sekolah, kemudian membantu suaminya, Sabdi (51), berjualan keripik.
Saat Tiara sempat gagal di salah satu jalur seleksi perguruan tinggi, keduanya tidak pernah meminta putrinya berhenti mencoba. Sebaliknya, mereka terus menguatkan Tiara untuk kembali bangkit dan tidak menyerah. “Kami hanya terus mendukung dan menyemangati. Alhamdulillah sekarang mimpinya tercapai,” kata Siti Rohani.
Perjuangan itu akhirnya berbuah manis ketika Tiara dinyatakan diterima di Fakultas Kedokteran UGM. Momen tersebut menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi keluarganya.“Saya seperti mimpi. Tidak menyangka Tiara bisa diterima di Kedokteran UGM,” tutur Sabdi.
Kebahagiaan keluarga semakin lengkap ketika Tiara dinyatakan memperoleh subsidi UKT 100 persen dari UGM. Kesempatan tersebut menghapus kekhawatiran yang selama ini ia rasakan. Sebagai anak, Tiara memahami bahwa kedua orang tuanya telah bekerja keras untuk membiayai pendidikan ketiga anak mereka.“Setelah diterima di Kedokteran saja aku sudah sangat bersyukur. Saat tahu mendapat subsidi UKT 100 persen, rasanya lega sekali. Terima kasih UGM sudah memberikan kesempatan ini,” ungkap Tiara.
Tiara bercita-cita menjadi dokter yang tak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan. Jika diberikan kesempatan, Tiara ingin menjadi dokter spesialis mata, karena keprihatinannya melihat generasi muda yang sangat dekat dengan gadget dan kerap mengabaikan kesehatan mata. Ia berharap ilmu yang diperolehnya di UGM kelak dapat menjadi jalan untuk memberi manfaat bagi lebih banyak orang.
Bagi Tiara, perjalanan ini bukan akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal untuk mengabdikan diri. Ia pun menitipkan pesan kepada anak-anak muda yang tengah mengejar cita-citanya. “Jangan pernah takut bermimpi. Bermimpi itu gratis, yang penting terus berusaha,” pesannya.
Perjalanan Tiara membuktikan bahwa prestasi, kerja keras, dan dukungan keluarga dapat membuka jalan menuju kesempatan yang lebih besar. Melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul dan subsidi UKT 100 persen, UGM tidak hanya membuka akses pendidikan bagi mahasiswa berprestasi, tetapi juga menghadirkan harapan agar semakin banyak generasi muda dapat terus melangkah mewujudkan mimpinya tanpa terhalang oleh keterbatasan.
Penulis : Astri Wulandari
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Devi Anviana Putri
