Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Tim KKN-PPM unit “Cahea Busel” mengabdi di Desa Gaya Baru, Kecamatan Lapandewa dan Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa. Kedua desa ini berada di ujung selatan Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Mereka datang bukan hanya sekadar singgah, tetapi untuk belajar, dan tumbuh bersama warga selama 50 hari penuh.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan mahasiswa KKN UGM ini menjalankan ratusan program kerja yang diharapkan mampu membawa perubahan bagi masyarakat setempat. Meski demikian, perubahan tidak akan terjadi tanpa adanya kolaborasi yang melampaui batas ruang kelas. Sinergi mahasiswa lintas disiplin ilmu berasal dari beberapa klaster keilmuan yang meliputi klaster Sosial Humaniora (Soshum), Sains dan Teknologi (Saintek), Medika, dan Agro dengan fokus utama untuk membawa dampak besar melalui sektor pemerintahan, pariwisata, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta UMKM.
Raihan, selaku Koordinator Mahasiswa Unit Cahea Busel, mengatakan tim KKN menjalankan banyak program kerja yang nantinya bisa memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat. Ia menyebutkan beberapa program yang dijalankan meliputi pemeriksaan kesehatan, pengembangan akses informasi wilayah melalui WebGIS, workshop media sosial branding desa, rehabilitasi terumbu karang diharapkan mampu memberi manfaat bagi masyarakat. “Seluruh rangkaian program diharapkan mampu menciptakan kemandirian masyarakat dengan membuka peluang ekonomi serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan melalui sinergi antara masyarakat dan pemerintah desa,” jelasnya Selasa (14/7).
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Nur Rokhman, S.Si., M.Kom. menuturkan kegiatan pengabdian kali ini mengusung tema “Pendekatan Multisektoral dalam Optimalisasi Potensi Maritim dan Sumber Daya Lokal sebagai Pilar Utama Pembangunan Berkelanjutan di Desa Gaya Baru dan Gerak Makmur” yang menjadi benang merah dari tujuan seluruh kegiatan pengabdian. Melalui kegiatan KKN PPM ini, kata Nur Rokhman, mahasiswa bisa menjadi agen perubahan yang akan mengidentifikasi potensi di Kabupaten Buton Selatan dan mengakselerasi perkembangannya. “Kerja nyata yang dilakukan oleh mahasiswa akan mengasah kepekaan sosial, budaya, dan menemukan solusi tepat setiap problem yang dihadapi,” ujar Rokhman
Raihan mengatakan tim KKN UGM berencana akan melaksanakan Festival BlueCoast Eco Festival: Gelora Pesisir Menuju Sail to Indonesia 2026. Festival ini akan memadukan budaya, UMKM, dan pariwisata berkelanjutan yang berbasis potensi pesisir melalui berbagai rangkaian kegiatan. “Festival ini sebagai bagian persiapan menuju Sail to Indonesia 2026 yang berpeluang untuk membuka eksposur internasional,” ujarnya.
Festival yang diselenggarakan pada awal Agustus, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan dengan tertanamnya identitas lokal melalui pelibatan generasi muda serta integrasi pelestarian budaya dan inovasi teknologi. “Kita ingin festival ini akan menjadi puncak program kerja kami sekaligus penutup kegiatan KKN kami dimana semua proker yang kami jalankan sebelumnya dikemas untuk dipaparkan pada festival tersebut,” ungkap Raihan
Seperti namanya, “Cahea Busel”, tim KKN PPM UGM ini datang layaknya cahaya yang membawa harapan bagi masyarakat Buton Selatan. Bukan sekadar cahaya yang menerangi sesaat saja, tetapi cahaya yang perlahan menyinari setiap sudut potensi yang masih tersembunyi hingga mereka mampu melangkah dengan kekuatannya sendiri. Di waktu yang bersamaan, pengabdian di Buton Selatan akan menjadi guru terbaik bagi mahasiswa UGM untuk belajar menerapkan ilmu pengetahuan dalam rangka memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat di bagian wilayah tengah Indonesia.
Penulis : Salwa
Editor : Gusti Grehenson
foto : Indo.rent dan Tim KKN UGM
