Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Gadjah Mada (LSP UGM) resmi membuka Pelatihan dan Sertifikasi Calon Asesor Kompetensi (Workplace Assessor) Batch III Tahun 2026 pada Rabu (29/7) di Ruang Sidomukti, Hotel MM UGM. Kegiatan ini diikuti oleh 24 dosen dari Sekolah Vokasi, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Biologi, dan Fakultas Geografi UGM. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas asesor kompetensi UGM, menyusul penambahan lisensi 28 skema sertifikasi baru dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Pelatihan berlangsung selama empat hari pada 29 Juli–1 Agustus 2026, dilanjutkan dengan uji kompetensi bagi peserta pada hari kelima, Minggu (2/8), untuk memperoleh sertifikat asesor kompetensi yang diakui secara nasional oleh BNSP. Selama proses pelatihan, peserta didampingi narasumber dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan tim Master Asesor BNSP, Roy Buana, A.Y. Retno Dwiasih, Simon Pulung Nugroho, dan Jauhar Faradis. Saat ini LSP UGM tercatat memiliki 145 asesor kompetensi dalam Sistem Informasi BNSP dan telah menerbitkan lebih dari 200 sertifikat kompetensi dalam satu tahun terakhir.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., menekankan bahwa UGM berkomitmen menjadi perguruan tinggi rujukan dalam penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan siap kerja menghubungkan keunggulan akademik dengan kebutuhan nyata dunia kerja nasional. UGM berperan menyiapkan talenta yang kompetitif dalam menyongsong bonus demografi dan visi Indonesia Emas 2045. “KIta berharap agar peserta nantinya menjadi asesor kompetensi yang andal dan berintegritas. Berkontribusi membekali lulusan UGM dengan sertifikat kompetensi sekaligus menjaga marwah UGM sebagai perguruan tinggi rujukan dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi kerja di Indonesia,” ujarnya.
Komisioner BNSP Bidang Pendidikan, Prof. Dr. Amilin, S.E., S.H., M.Si., Ak., CA., QIA., BKP., CRMP., memaparkan menegaskan bahwa LSP-P1 di lingkungan perguruan tinggi tidak lagi cukup berperan sebagai lembaga penerbit sertifikat kompetensi semata. Amilin juga mendorong LSP UGM untuk bertransformasi menjadi “Beyond LSP” pusat inovasi atau center of excellence dalam pengembangan skema dan asesor kompetensi, sekaligus menjadi LSP-P1 percontohan nasional yang menghubungkan lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja global melalui sertifikasi kompetensi yang kredibel, adaptif, dan berstandar internasional.
Melalui pelatihan asesor kompetensi kali ini diharapkan dapat memberikan bekal kemampuan merencanakan, melaksanakan, dan memvalidasi proses asesmen kompetensi sesuai standar BNSP. Bagi LSP UGM, kegiatan ini dapat memperkuat ekosistem sertifikasi kompetensi kerja di lingkungan pendidikan tinggi, sejalan dengan kebijakan nasional dalam penguatan sistem sertifikasi kompetensi kerja. Selain menambah jumlah asesor kompeten yang menunjukkan terjaminnya mutu tenaga kerja terampil yang lebih andal dan tersertifikasi.
Penulis: Jesi
Editor: Gusti Grehenson
Foto: Dok.LSP
