Berangkat dari persoalan pengelolaan limbah sampah organik yang dihadapi Desa Bulugunung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Tim Mahasiswa KKN UGM dan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berkolaborasi menyulap limbah organik dari petani sayur menjadi eco enzym pupuk cair dan sabun.
Dinda Putri Siwi, anggota sub-unit KKN UGM Bulugunung menerangkan bahwa program pengolahan sampah organik ini berangkat dari persoalan tingginya timbunan sampah organik dari limbah rumah tangga di Kabupaten Magetan. Program ini disinyalir untuk mengedukasi masyarakat agar mampu mengolah limbah organik menjadi eco enzyme sekaligus meningkatkan nilai guna. “Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sampah organik mendominasi komposisi timbulan sampah sehingga perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan,” ujarnya, Senin (4/8).
Di Desa Bulugunung, kata Dinda, sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani sayur sehingga menghasilkan limbah organik seperti sisa sayuran dan kulit buah dalam jumlah yang cukup besar. “Selama ini limbah organik ini belum dimanfaatkan dan dikelola secara optimal,” imbuhnya.
Kegiatan pengabdian yang dilakukan mahasiswa UGM dan UTM difokuskan pada pemberian edukasi mengenai manfaat pengolahan limbah organik sekaligus praktik langsung membuat eco enzyme. Ia menceritakan praktik pembuatannya menggunakan molase atau gula merah, limbah buah dan sayuran, serta air dengan perbandingan 1:3:10. Melalui kegiatan ini, sebut Dinda, masyarakat sekaligus memahami bahwa limbah organik yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, pelatihan yang diarahkan pada pemanfaatan eco enzyme yang telah difermentasi menjadi produk rumah tangga, yaitu sabun cuci piring dan pembersih lantai. Pada sesi ini, sebut Dinda, mahasiswa KKN memberikan materi mengenai berbagai manfaat yang dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan produk secara langsung. Sebanyak 30 peserta memperoleh penjelasan mengenai fungsi setiap bahan, proses pembuatan, hingga cara penggunaan produk. “Kegiatan juga dilengkapi dengan sesi praktik, peserta dapat mencoba sendiri setiap tahapan pembuatan sabun cuci piring dan pembersih lantai berbasis eco enzyme,” jelasnya.
Dikatakan Dinda, program ini diterima baik oleh peserta, antusiasme datang dari berbagai pertanyaan yang disampaikan selama kegiatan berlangsung. Diskusi mencakup komposisi bahan, masa simpan produk, hingga peluang pengembangan usaha berbasis eco enzyme. Hasil akhir menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pemanfaatan hasil fermentasi limbah organik menjadi produk yang bernilai guna di tingkat rumah tangga. “Harapannya program ini tidak berhenti setelah KKN selesai, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat sehingga mampu mengurangi timbulan sampah dengan cara sederhana,” pesannya.
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Bulugunung, Yanti, menyampaikan respon baiknya terhadap pelatihan yang diberikan kepada masyarakat Desa Bulugunung. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan eco enzyme yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Kami sangat senang mendapatkan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pelatihan ini membantu kami memahami cara memanfaatkan limbah organik yang selama ini belum dikelola secara optimal menjadi produk yang bermanfaat,” katanya.
Penulis : Hanifah
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Tim KKN UGM Magetan
