Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) kembali menorehkan prestasi di bidang komunikasi publik dengan meraih Silver Winner pada Media Relations Award (MRA) 2026 pada kategori Press Gathering Terbaik. Penghargaan diserahkan saat malam puncak Media Brand Awards dan Media Relations Awards 2026 yang diselenggarakan Serikat Perusahaan Pers (SPS) di Hall Dewan Pers, Jakarta, Jumat (31/7) malam.
Program berjudul “Fapet Menyapa: Membangun Literasi Jurnalis dan Kepercayaan Publik pada Isu Peternakan dan Pangan” berhasil membawa Fapet memperoleh penghargaan tersebut. Adanya program ini dapat memperkuat hubungan dengan media sekaligus menghadirkan informasi ilmiah yang kredibel mengenai sektor peternakan dan pangan kepada masyarakat.
Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., Asean.Eng., menyampaikan rasa bangga atas penghargaan yang diperoleh fakultas. Menurutnya, Fapet Menyapa merupakan program media gathering pertama di tingkat fakultas di UGM yang secara konsisten memperkenalkan berbagai capaian tridarma perguruan tinggi kepada masyarakat melalui media massa. “Program ini berhasil menyajikan berbagai capaian, hasil riset, dan tridarma Fapet UGM melalui media massa,” ujar Budi, Minggu (2/8).
Budi juga menyampaikan bahwa sejak peluncuran program pada Agustus 2024, Fapet Menyapa sudah memperkenalkan produk dan inovasi dari 14 laboratorium yang ada di fakultas. Atas keberhasilannya, program mulai mendapat perhatian di lingkungan UGM dan menjadi inspirasi bagi fakultas lain dalam membangun komunikasi publik yang lebih efektif.
Ketua Umum Serikat Perusahaan Pers (SPS), Januar P. Ruswita, dalam sambutan saat penganugerahan menjelaskan bahwa penghargaan Media Relations Awards bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat profesionalisme media sekaligus mendorong institusi membangun hubungan yang lebih terbuka, transparan, dan berintegritas dengan media. Ia menegaskan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, tantangan terbesar bukan lagi kecepatan penyebaran informasi, tetapi menjaga kualitas, kredibilitas, dan kepercayaan publik. “Pers yang bermartabat adalah fondasi lahirnya informasi yang berdaulat. Di tengah banjir informasi dan disrupsi teknologi, relasi yang sehat antara media dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi syarat utama agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya,” ujar Januar.
Kontributor: Satria/Humas Fapet
Penulis: Jesi
Editor: Gusti Grehenson
Foto: Dok.Satria
