Perguruan tinggi yang tergabung dalam Jaringan Universitas ASEAN atau ASEAN University Network (AUN) melakukan pertemuan Rektor dan Pertemuan Dewan Pengawas AUN di Grand Hyatt, Singapura, pada 23–24 Juli lalu. Pertemuan ini menjadi ajang mempertemukan para pemimpin universitas-universitas terkemuka di ASEAN untuk membahas prioritas strategis dalam memperkuat kerja sama pendidikan tinggi di kawasan.
Dalam pertemuan tersebut, Rektor Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., berperan sebagai fasilitator utama dalam lokakarya strategis mengenai Kebijakan Strategis dan Rekomendasi yang Dapat Ditindaklanjuti dalam pertemuan tersebut. “Kita merumuskan rekomendasi kebijakan konkret guna memperkuat kepemimpinan berorientasi mahasiswa, mempererat kerja sama regional, dan meningkatkan daya saing global institusi pendidikan tinggi ASEAN,” kata Ova dalam keterangan yang dikirim Rabu (29/7).
Selama dua hari pertemuan berlangsung, kata Ova, para pemimpin universitas ASEAN membahas berbagai isu strategis, termasuk transformasi digital dalam pendidikan tinggi, penjaminan mutu, kesejahteraan mahasiswa, keberlanjutan, universitas berbasis hak asasi manusia, kampus inklusif, kecerdasan buatan dalam pendidikan, kolaborasi riset, serta penguatan keterlibatan global ASEAN.
Selain itu, Dewan Pengawas AUN juga meninjau perkembangan terkini di Sekretariat AUN, mengesahkan program-program AUN ke depan, dan mempertimbangkan usulan pembentukan jaringan tematik baru guna memperkuat kolaborasi regional lebih lanjut.
Keterlibatan aktif UGM dalam Pertemuan ini menurut Ova mencerminkan komitmen strategis universitas dalam membentuk masa depan pendidikan tinggi di Asia Tenggara. “Melalui kontribusinya dalam diskusi kebijakan regional dan inisiatif kolaboratif, UGM terus memperkuat perannya sebagai universitas terkemuka yang berdedikasi pada keunggulan akademik, inovasi, keberlanjutan, serta kemitraan internasional yang berdampak,” paparnya.
Ova menambahkan, hasil dari pertemuan-pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas kolektif ASEAN dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang, melalui kerja sama antar universitas yang lebih kuat, pendidikan yang berorientasi pada mahasiswa, dan pengembangan kebijakan berbasis bukti. “Sebagai anggota aktif Jaringan Universitas ASEAN, UGM tetap berkomitmen mendukung inisiatif yang mendorong pendidikan tinggi yang inklusif, tangguh, dan terhubung secara global di seluruh kawasan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., ditunjuk sebagai pelapor (rapporteur) untuk mewakili diskusi kelompok, bertugas merangkum hasil pembahasan menjadi rekomendasi strategis yang dipresentasikan dalam sesi pleno. “Saya turut memastikan bahwa berbagai perspektif dari universitas-universitas peserta dapat diterjemahkan menjadi prioritas regional yang nyata bagi Jaringan Universitas ASEAN,” ungkapnya.
Selain Rektor Ova Emilia dan Wakil Rektor Wening Udasmoro, delegasi UGM lainnya yang ikut hadir dalam pertemuan ini adalah Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., serta Kepala Kantor Urusan Internasional Tyas Ikhsan Hikmawan, M.S., Ph.D.
Penulis : Leony
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. AUN
