Usianya baru 20 tahun 3 bulan 10 hari ketika Ayyub Rizqullah menyabet gelar Sarjana Terapan dari Program Studi Perbankan, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (UGM). Pada usia tersebut, ia tercatat sebagai lulusan termuda di antara 672 lulusan program Sarjana Terapan yang diwisuda pada Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Rabu (19/8). Padahal usia rata-rata lulusan Program Sarjana Terapan yang diwisuda kalli ini adalah 22 tahun 6 bulan 15 hari
Ayyub, panggilan akrabnya, menceritakan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari komitmen dan motivasi yang ia pegang selama duduk di bangku perkuliahan. Baginya, dukungan penuh dari keluarga menjadi salah satu dorongan terbesarnya demi memberikan yang terbaik selama menjalani studi di Prodi Perbankan UGM.
Berkat dorongan orang tua, Ayyub berusaha menentukan prioritas selama kuliah. Meski ia paham betul bahwa perjalanan perkuliahannya tak selalu berjalan mulus. Ada kalanya ia menghadapi berbagai tantangan dan merasa kewalahan, terutama saat menyusun tugas akhir. Ayyub menceritakan, ia bahkan mulai mencari referensi lebih awal agar memiliki gambaran mengenai tahapan yang perlu dilalui dalam penyusunan tugas akhir. “Aku tahu tujuan awalku. Aku mau lulus tepat waktu, jadi aku harus dedikasikan waktuku lebih, khususnya dalam penyusunan tugas akhir,” katanya, Kamis (27/8).
Meski menargetkan lulus tepat waktu, Ayyub tak lantas membatasi dirinya berkutat hanya pada kegiatan di ruang kuliah. Ketertarikannya pada bidang finansial juga membawanya bergabung dengan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) di Departemen Ekonomika dan Bisnis SV UGM. Tak hanya itu, ia juga mengambil pekerjaan paruh waktu di Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) dan bergabung pada divisi yang berfokus pada pemberdayaan UMKM.
Tak berhenti di situ, Ayyub juga sempat mengikuti Trading Competition yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2023. Bersama seorang rekannya, ia berhasil meraih juara tiga dalam kompetisi tersebut. “Selama bangku perkuliahan, kita kan hanya mendapat teori. Lewat ikut kegiatan-kegiatan seperti ini, aku bisa mendapat pengalaman praktis,” kenangnya.
Kini, setelah menyelesaikan pendidikan di Program Studi Perbankan, Ayyub ingin segera terjun ke dunia kerja untuk merasakan pengalaman bekerja secara langsung, khususnya di bidang perpajakan. Ketertarikannya pada bidang tersebut turut didukung oleh sertifikasi perpajakan yang telah ia ambil sebelum lulus. Berbekal pengetahuan yang diperoleh selama bangku kuliah serta sertifikasi tersebut, Ayyub mantap mendaftar pekerjaan yang berkaitan dengan bidang perpajakan. “Sekarang, aku ingin mencoba pengalaman bekerja di bidang perpajakan secara langsung terlebih dahulu,” sambungnya.
Di akhir wawancara, Ayyub berpesan kepada mahasiswa yang masih menjalani studi agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang dimiliki selama berkuliah. Baginya, kesempatan menempuh pendidikan di UGM merupakan sebuah privilege lantaran tidak banyak orang yang berpeluang untuk studi di UGM. Karena itu, waktu yang ada semestinya dimanfaatkan sebaik mungkin, termasuk dengan memilih lingkungan pertemanan yang mendukung sekaligus tetap menikmati proses perkuliahan. “Jangan sia-siakan waktu yang berharga ini. Pandai-pandai pilih teman, gunakan waktu sebaik mungkin, dan juga nikmati perkuliahannya,” pesannya.
Penulis : Agito Sitepu
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Ayyub
