Universitas Gadjah Mada terus memperluas jejaring kerja sama akademik lintas negara. Hal ini diwujudkan melalui penerimaan kunjungan delegasi University of Tartu, Estonia, pada Rabu (16/9) di Ruang Tamu Rektor UGM. Audiensi tersebut membahas peluang penguatan kerja sama di bidang pendidikan, riset, dan mobilitas mahasiswa. Pertemuan ini sekaligus menjadi ruang bagi kedua universitas untuk memperkenalkan potensi masing-masing serta menjajaki bidang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., menyampaikan bahwa UGM sebagai universitas komprehensif yang menaungi berbagai bidang keilmuan, mulai dari sains dan teknologi, kesehatan, ilmu sosial dan humaniora, hingga ekonomi dan bisnis. Keragaman bidang keilmuan ini dinilai membuka peluang kerja sama lintas disiplin dengan University of Tartu. “Kita sangat familiar dengan sistem pendidikan di Eropa. Kita juga memiliki pengalaman panjang menjadi mitra utama dalam berbagai proyek Eropa. Saya kira dengan universitas Eropa, kita memiliki ikatan yang sangat kuat,” ucapnya.
Kepala Asia Centre University of Tartu, Dr. Elo Süld menyampaikan keterbukaan untuk mengembangkan program pertukaran mahasiswa, termasuk kesempatan bagi mahasiswa UGM untuk mengikuti perkuliahan selama satu semester di Estonia. Skema Erasmus dan dukungan pendanaan melalui program kerja sama turut dapat digunakan sebagai bagian dari peluang pengembangan mobilitas akademik. “Kami juga sangat terbuka untuk pertukaran mahasiswa selama satu semester. Jadi, mahasiswa dari program studi Islam di tingkat sarjana dapat berkunjung dan belajar selama satu semester,” jelasnya.
Lebih lanjut, Elo Süld menjelaskan bahwa pentingnya pendekatan lintas disiplin dalam pengembangan riset, termasuk kolaborasi antara ilmu humaniora dengan bidang keilmuan lainnya. “Kami berpikir bahwa hal-hal baru atau inovasi sering kali muncul di antara berbagai disiplin ilmu. Sangat menarik untuk mempertemukan berbagai disiplin, baik di dalam humaniora maupun dengan fakultas lain,” ungkapnya.
Peluang kerja sama juga dibahas melalui peran Asia Centre University of Tartu sebagai penghubung riset dan hubungan akademik antarnegara. Anastasia Sinitsyna, Peneliti Bidang Ekonomi Bisnis Pembangunan Pasar Asia di Asia Centre University of Tartu, menjelaskan bahwa pusat riset tersebut berfokus pada kajian mengenai perkembangan di Asia, termasuk tren politik, ekonomi, migrasi, dan sosial. Selain itu, ia menyampaikan bahwa pusat tersebut juga membuka peluang pengembangan konferensi, fellowship, magang, dan penelitian bersama. “Kami berperan sebagai hub, sebagai jembatan. Kami dapat menghubungkan mahasiswa dengan fakultas atau unit di universitas kami yang sesuai dengan minat mereka,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Danang juga memperkenalkan sejumlah unit akademik yang berpotensi terlibat dalam kolaborasi, di antaranya Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Hukum, serta Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS). Hal tersebut berpeluang pada kedua belah pihak dalam bekerja sama mengembangkan bidang studi agama, budaya, serta kajian lintas disiplin. “Keragaman bidang keilmuan di kedua universitas diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengembangkan agenda akademik bersama,” ujarnya.
Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM, Prof. Dr. Apt. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., turut memperkenalkan program internasional yang dimiliki fakultas, termasuk pertukaran mahasiswa, double degree, dan Global Summer Program. Program tersebut memadukan kegiatan perkuliahan, pengalaman budaya, serta interaksi dengan praktisi. “Pengembangan kerja sama dengan dukungan pendanaan bersama juga menjadi salah satu opsi yang dapat dijajaki untuk memperkuat hubungan akademik antara UGM dan University of Tartu,” tuturnya.
Audiensi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan tindak lanjut kerja sama, termasuk rencana kunjungan delegasi University of Tartu ke sejumlah fakultas dan unit di UGM. Kedua belah pihak juga menjajaki peluang pengembangan kolaborasi melalui program pertukaran mahasiswa, mobilitas staf akademik, dan riset bersama. Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi penguatan hubungan akademik antara UGM dan University of Tartu untuk membuka ruang bagi sivitas akademika dari kedua universitas dapat saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan perspektif melalui kerja sama lintas negara.
Penulis : Cyntia Noviana
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Donnie Tristan
