Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM kembali menyelenggarakan peluncuran dan Bedah Buku yang berjudul “Programmatic Assessment dalam Pendidikan Berbasis Outcome-Based Education (OBE): Konsep dan Petunjuk Pelaksanaan bagi Institusi Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan,” Rabu (4/6), di Auditorium lantai 1 Gedung Tahir Foundation Sayap Utara. Buku ini ditulis oleh Prof. dr. Mora Claramita, MHPE., Ph.D., Sp.KKLP sebagai penulis utama bersama dengan 78 rekannya.
Mora menjelaskan terdapat lima komponen penting dalam Programmatic Assessment untuk pendidikan kedokteran yaitu learning activities, assessment activities, supporting activities, intermediate dan final evaluation. Dengan mengacu pada kerangka tersebut, buku ini dirancang untuk membantu fakultas kedokteran dalam implementasi kurikulum OBE mulai dari konsep hingga petunjuk pelaksanaannya. “Learning dan assessment itu seharusnya terintegrasi dan kuncinya adalah dengan naratif feedback,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa proses penyelesaian penulisan buku ini memawan waktu yang cukup lama karena mulai ditulis saat pandemi COVID-19. Sebelum dijadikan buku, hasil penelitian digunakan sebagai upaya advokasi untuk pengembangan asesmen. “Para penulis perlu melakukan workshop sebanyak tiga kali untuk menyamakan persepsi,” kenangnya.
Sebagai pembedah buku, Guru Besar FK-KMK UGM, Prof. dr. Rr. Titi Savitri Prihatiningsih, MA, M.Med.Ed., Ph.D., menganalogikan buku ini seperti Cookbook yang sangat bagus panduannya. Semua hal teknis terkait dengan OBE dijelaskan dalam buku ini, banyak sekali contoh langkah-langkah praktik yang tertuang di dalamnya. Ia menambahkan buku ini memiliki paradigma baru dari programmatic assessment. “Buku ini sangat direkomendasikan untuk dimiliki oleh institusi pendidikan dokter dan profesi kesehatan serta dapat menjadi pegangan bagi para pendidik pada semua lembaga,” tuturnya.
Prof. dr. Eggi Arguni, M.Sc., Ph.D., Sp.A(K)., selaku pembedah buku lainnya menyatakan bahwa Programmatic Assessment adalah konsep yang baik dan akan punya nilai serta outcome yang baik jika sesuai dengan konteks penerapannya. Terdapat aspek kunci yang harus diperhatikan untuk implementasi Programmatic Assessment yaitu triangulasi berbagai sumber data, dokumentasi dan sistem IT yang mendukung, sumber daya manusia, serta pemahaman dan keterlibatan dosen/pengajar. “Programmatic Assessment memiliki prinsip dasar yang sangat baik, namun untuk mengimplementasikannya masih banyak tantangannya,” ucapnya.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM, dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D., mengatakan bahwa Programmatic Assessment bukan hal yang mudah karena diperlukan pemahaman mengenai konsep, mekanisme, hingga implementasinya. “Tujuannya dengan asesmen yang yang kita bangun maka kualitas pendidikan dokter di FKKMK dan di Indonesia itu bisa terus meningkat dan lebih baik kedepannya,” ungkap Hamim.
Sebagai penutup, Manager UGM Press, Dr. I Wayan Mustika, S.T., M.Eng., turut mengungkapkan rasa bangga atas diterbitkannya buku ini. Buku ini bisa menjadi solusi konkret dalam programmatic assessment yang diharapkan dapat menjadi sumber bagi kurikulum. Diterbitkannya buku ini menjadi bukti nyata kontribusi UGM terkait dengan transformasi bidang pendidikan tinggi terutama di bidang ilmu-ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat. “Harapan kami acara bedah buku ini melahirkan diskusi-diskusi dan juga referensi dalam peningkatan sistem pendidikan di Indonesia utamanya di bidang kedokteran, dan kesehatan masyarakat bahkan bisa menginspirasi pendidikan tinggi lainnya,” harap Wayan.
Penulis/Foto : Jesi
Editor : Gusti Grehenson
