Sebanyak 1.064 peserta mengikuti UGM Taekwondo Championship (UGMTC) yang berlangsung pada 5–6 september lalu di Gedung Olah Raga (GOR) Nusantara UGM. Dalam penyelenggaraan tahun ini, UGMTC hadir dengan standar kompetisi tingkat nasional Grade C. Mengusung tema “Compete with Vision, Raise with Passion”, kejuaraan ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah dan institusi di Indonesia.
Kejuaraan taekwondo kali ini mempertandingkan dua jenis kelas, yakni poomsae dan kyorugi. Pada kelas poomsae, peserta dapat berlaga secara individu, berpasangan, maupun beregu, sementara kyorugi dipertandingkan secara individu dengan pembagian kelas berdasarkan usia dan berat badan.
Ketua Pelaksana UGMTC 2026, Dewi Rizky, mengatakn kehadiran ribuan atlet dari berbagai penjuru Indonesia menjadikan UGMTC 2026 tidak hanya sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai ruang pertemuan dan penguatan tali persaudaraan antarinsan taekwondo dari berbagai daerah, universitas, dan dojang (tempat berlatih) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Bagi Dewi, terselenggaranya kejuaraan ini sekaligus mengungkapkan komitmen panitia untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ke depannya. “Semoga ke depannya kami akan melaksanakan kejuaraan ini dengan lebih baik lagi,” ujarnya, Selasa (15/9).
Menurutnya, suksesnya UGMTC 2026 menjadi bukti nyata komitmen UKM Taekwondo UGM dalam memajukan olahraga taekwondo di Indonesia sebagai jembatan bagi atlet muda untuk melangkah dari tingkat nasional menuju level internasional. Melalui kejuaraan ini, harap Dewi, UKM Taekwondo UGM berharap dapat terus menjaring bibit-bibit atlet potensial, mempererat sinergi antar komunitas taekwondo di seluruh Indonesia. “ Kita ingin terus mengukuhkan diri sebagai UKM Taekwondo percontohan yang memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan olahraga prestasi nasional,” jelasnya.
Seperti diketahui, kejuaraan kali ini tim taekwondo dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang berhasil menyabet gelar Juara Umum 1 dengan perolehan total 5 medali emas, 6 perak, dan 1 perunggu, mengungguli puluhan kontingen yang hadir dari berbagai daerah dan institusi. Selanjutnya, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengikuti di posisi Juara Umum 2 dengan raihan 5 medali emas, 2 perak, dan 10 perunggu, sementara Tim Bandung City menempati peringkat ketiga berkat raihan 3 medali emas.
Selain itu kontingen dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menyumbang kejuaraan dengan raihan 2 medali emas dan 3 medali perak yang diraih oleh yang diraih oleh Abhinaya Prabawa (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) melalui medali emas Kyorugi Prestasi Senior Under 74 dan Syakira Fairuz Aurilia (Fakultas Ilmu Budaya) melalui medali emas Kyorugi Prestasi Senior Under 49, serta tiga medali perunggu dari Faez Al-Mahabbi (Fakultas Teknik) di Kyorugi Prestasi Senior Under 63, Dewi Laksmi Locita (Fakultas Farmasi) di Kyorugi Prestasi Senior Under 67, dan Rizqi Fairuz Adya Rafiif (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan) di Kyorugi Prestasi Senior Under 58.
Penulis : Agito Sitepu
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. UKM Taekwondo
